VLAN pada Router Mikrotik menggunakan Fitur Bridge

 


Logika Kerja

Kita diminta oleh sebuah perusahaan untuk membangun jaringan untuk STAFF dan LAB, dimana user meminta untuk area STAFF diberikan IP DHCP dengan network 192.168.10.0/24, dan untuk area LAB diberikan IP DHCP dengan network 172.16.10.0/24. Dan pada setiap VLAN diberi akses Internet menggunakan NAT dari Router Utama.

Kita diberikan 2 buah router mikrotik untuk mengerjakan pekerjaan ini.

Topologi

Topologi Kerja VLAN Mikrotik

Keterangan

  1. Pekerjaan ini dikerjakan menggunakan GNS3
  2. Mikrotik yang digunakan adalah mikrotik chr yang tidak suport switch chipset
  3. IP address yang diberikan Router utama ke client adalah IP DHCP
  4. Pekerjaan ini juga dapat dilakukan untuk pembagian menggunakan Wirelles
  5. Pekerjaan ini dikerjakan menggunakan winbox

Penyelsaian

Melakukan Rmote Menggunakan Winbox

Untuk melakukan konfigurasi pada Router Mikrotik, kita dapat melakukan remote melalui telnet (CLI) atau menggunakan Winbox (GUI).

Apabila kita menggunakan Winbox, silahkan buka winbox kemudian pilih alamat IP atau MAC address dari Router yang terhubung dengan PC atau Laptop untuk konfigurasi. Pada konfigurasi awal ini, kita akan melakukan konfigurasi pada Mikrotik Router Utama terlebih dahulu

Remote Mikrotik Routerboard menggunakn Winbox

Secara default username dari mikrotik adalah : admin dan password nya kosong atau tidak ada password, kemudian untuk melakukan remote pilih Connect.

Merubah Identitas Mikrotik

Untuk mempermudah dalam melakukan konfigurasi ada baiknya kita merubah informasi dari routerbord yang kita gunakan, hal ini fungsinya agar konfigurasi nanti tidak tertukar antara Router Utama dan Router Distribusi.

Identitas Mikrotik 1.1

Kemudian, Rubah nama default Mikrotik menjadi Router-Utama *hal ini bersifat optional, kemudian pilih > OK

Identititas Mikrotik 1.2

*Rubah juga Identitas Router 2 menjadi Router-Distribusi pada pengaturan Identitas Berikutnya.

Konfigurasi Router 1 (Router Utama)

Membuat VLAN Trunk

Kemudian kita akan membuat VLAN Trunk pada ether2 yang akan membawa VLAN 2 dan VLAN 3 menuju Router Distribusi.

Pilih > Interfaces VLAN

Membuat VLAN 1.1

Kemudian Tambahkan VLAN 2 – STAFF dengan mengklik icon ( + )

  1. Name : VLAN-STAFF (Optional disesuaikan dengan keinginan)
  2. VLAN ID : 2 (artinya VLAN ID 2 *ini juga bersifat optional, bisa saja VLAN ID 10, dan lainnya)
  3. Interface : ether2 (adalah interface VLAN Trunk yang membawa VLAN menuju Router Distribusi)

Simpan Perubahan dengan > OK

Membuat VLAN 1.2

Kemudian Tambahkan VLAN 3 – LAB dengan mengklik icon ( + )

  1. Name : VLAN-LAB(Optional disesuaikan dengan keinginan)
  2. VLAN ID : 3 (artinya VLAN ID 2 *ini juga bersifat optional, bisa saja VLAN ID 10, dan lainnya)
  3. Interface : ether2 (adalah interface VLAN Trunk yang membawa VLAN menuju Router Distribusi)

Simpan Perubahan dengan > OK

Kita dapat memriksa apakah VLAN 2 dan VLAN 3 sudah ditambahkan pada ether2 sebagai VLAN Trunk dengan memilih tab > Interfaces

Membuat VLAN 1.3 (Informasi VLAN)

Menambahkan IP Address pada VLAN

Kemudian kita akan menambahkan IP address sesuai dengan topologi kerja.

Pilih : IP Address

Menambahkan Ip Address 1.1

Kemudian Tamabahkan IP Address untuk VLAN 2 STAFF sesuai dengan Rancangan kerja diatas.

Pilih icon (+)

  1. Address : 192.168.10.1/24 (IP address VLAN1 pada Router)
  2. Interface : VLAN-STAFF
  3. OK
Menambahkan IP Address 1.2

Berikutnya Tambahkan IP Address untuk VLAN 3 – LAB dengan cara yang sama dengan cara diatas :

Menambahkan IP Address 1.3

Simpan perubahan dan kita dapat melihat IP address yang ditambahkna pada VLAN- STAFF dan VLAN-LAB.

Menambahkan IP Address 1.4

Kemudian buatlah DHCP Server dan NAT untuk user pada VLAN 2 dan VLAN 3 sesuai dengan Perintah kerja dan topologi diatas.

Untuk Pembuatan DHCP Server dapat dilihat pada : DHCP Server

Untuk Membuat NAT dapat dilihat pada : NAT

Konfigurasi Router 2 (Router Distribusi)

Setelah kita memastikan bahwa VLAN dibawa dari Router Utama menuju Router Distribusi menggunakan Ether2 (Router Utama) menuju Ether1 (Router Distribusi), Kemudian kita akan memanfaatkan Vitur Bridge untuk membuat VLAN pada Router Distribusi.

Pilih Tab > Bridge

Mengatur VLAN pada Router Distribusi 2.1

Kita akan membuat Bridge terlebih dahulu pada router distribusi dengan memilih icon (+) pada area Bridge.

Isi nama sesuai dengan kebutuhan kita, dalam kasus ini kita menggunakan nama > bridge1

Mengatur VLAN pada router Distribusi 2.2

Karena kita menggunakan metode bridging maka kita akan mengaktifkan VLAN Filtering, dengan cara memilih Tab > VLAN > centrang VLAN Filtering

Mengatur VLAN pada router Distribusi 2.3

Simpan perubahan dengn klik > OK

Kemudian, masih pada area konfigurasi Bridge pilih Tab > VLANs

Mengatur VLAN pada router Distribusi 2.4

Kemudian kita akan mendaftarkan port pada Router Mikrotik kedalam VLAN 2 dan VLAN 3 :

Mengatur VLAN pada router Distribusi 2.5
Mengatur VLAN pada router Distribusi 2.6

*Keterangan

  1. Bridge1 : adalah alamat bridge yang dibuat sebelumnya
  2. VLAN IDs : 2 dan 3 adalah VLAN ID dari router distribusi yang nanti akan menangkap informasi yang dibawa oleh VLAN Trunk (ID ini harus sesuai dengan ID yang dibuat pada VLAN Trunk di Router Utama)
  3. Tagged : Ether1 adalah interface VLAN Trunk dari Router Utama ke Router Distribusi
  4. Untagged : Ether2 dan Ether3 adalah interface yang akan mendistribusikan VLAN pada Client, sesuai dengan topologi.

Kemudian kita akan menambahakan interface-interface yang kita akan gunakan.

Pada area Bridge pilih > Port

Mengatur VLAN pada router Distribusi 2.7

Tambahkan Port-Port seusai dengan Topologi Perencanaan.

Pilih icon (+)

Pertama kita akan menambahkan Port untuk Trunk terlebih dahulu dengan cara :

  1. Pilih interface > ether1
  2. Bridge > bridge1
  3. Hilangkan tanda centrang pada Hardware Offload karena kita akan membuat VLAN ini melewati CPU
Mengatur VLAN pada router Distribusi 2.8

Berikutnya kita akan menambahkan port untuk VLAN2 (STAFF) dan VLAN3 (LAB).

Pilih icon (+)

Daftarkan Interface ether2 untuk VLAN 2 (STAFF) kemudian > Pilih Tab VLAN dan isikan PVID sesuai dengan VLAN ID berdasarkan topologi.

Mengatur VLAN pada router Distribusi 2.9

Kemudian tambahkan juga untuk VLAN 3 (LAB)

Mengatur VLAN pada router Distribusi 2.10

Pengujian

Setelah kita menyelsaikan konfigurasi, berikutnya kita dapat melakukan pengujian pada sisi client 1 komputer STAFF dan client 2 komputer LAB, kita dapat memeriksa apakah Komputer pada area STAFF dan LAB sudah mendapatkan Ip address DHCP sesuai dengan konfigurasi yang dilakukan pada router utama.

Client 1 mendapatkan IP address DHCP dari VLAN1
Client 2 mendapatkan IP address DHCP dari VLAN2

Pengujian Tambahan : Lakukan koneksi ke internet dari dua buah PC client, apabila NAT berfungsi dengan baik maka client dapat terkoneksi ke internet.

Tambahan

Cara ini juga dapat digunakan untuk mengshare VLAN menggunakan Wirelles, apabila pada kasus ini jaringan di distribusikan menggunakan kabel ke client, maka apabila menggunakan wirelles maka distribusinya hanya perlu diganti menggunakan wirelles.

Related : VLAN pada Router Mikrotik menggunakan Fitur Bridge

0 Komentar untuk "VLAN pada Router Mikrotik menggunakan Fitur Bridge"